Minggu, 17 Oktober 2010

Belajar membuat karya disain grafis

17 oktober 2010

Untuk membuat karya desain yang menarik adalah kita harus memahami unsur-unsur disain grafis. Hal ini dimulai dari yang paling dasar dalam disain grafis dan seni terapan, yaitu nirmana. Dengan nirmana kita dapat melakukan banyak hal untuk mendapatkan karya disain grafis. Beberapa diantaranya seperti kombinasi, olah bentuk, oleh warna , olah typografi, dan olah garis.

bagaimana caranya agar bisa membuat karya disain grafis yang menarik dengan kemampuan nirmana atau pemahaman nirmana yang kurang?

1. Sering melihat karya disain grafis orang lain, terlebih yang dianggap menarik oleh sebuah asosiasi misalnya lomba disain grafis atau kompetisi pembuatan logo. Dengan cara ini kita bisa mendapatkan banyak hal termasuk pengalaman, ide dan inspirasi.

2. Copy dan twist, hmmm. Cara ini seringkali disalah artikan dengan plagiat. Saya yakinkan Anda ini bukan plagiat. Kita disebut plagiat jika unsur asli dari karya orang lain yang kita twist masih menempel atau terlihat dalam hasil karya kita

3. Kombinasikan beberapa unsur dasar dalam nirmana. Unsur dasar dalam nirmana ini seperti pencerminan, rotasi, duplikasi, elemen bentuk, elemen warna, elemen garis, dan elemen tipografi.

4. Jangan terlalu banyak menampilkan sesuatu dalam karya disain grafis. Menampilkan banyak warna akan membuatnya kacau, buatlah maksimal 3 warna pada posisi dominan, lainnya sekedarnya saja. Menampilkan banyak bentuk dan garis membuat karya desain kelihatan berantakan, hanya cocok untuk abstrak.

5. Pilihlah jenis font yang mempunyai body tebal dan tegas untuk headline dan dominan / single tipografi.

6. Rancanglah desain Anda dengan sketsa atau gambar pensil sebelum membuatnya menjadi bentuk digital. Dengan cara ini akan mempercepat mencapai hasil maksimal untuk karya desain grafis Anda.

7. Kenali jenis karya desain yang akan Anda buat dan pelajari elemen desain yang mempengaruhi hasil karya tersebut. Ketahui siapa Anda, produk Anda, target Anda, musuh Anda dan hasil karya desain Anda tidak perlu dikawatirkan.

Melalui 7 cara membuat karya desain menjadi menarik di atas saya harap hasil karya desain Anda menjadi sesuai dengan apa yang Anda harapakan. Dan ingat bahwa disain grafis melalui tahap demi tahap, tidak mungkin kita bisa membuat hasil karya disain grafis yang WOW tanpa dibarengi dengan pengalaman, kepercayaan, pengetahuan, kemauan dan harapan.

Hasil Karya Desain Grafis

17 oktober 2010
Warna adalah salah satu elemen yang cukup penting dalam desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Elemen warna dalam desain grafis juga memiliki fungsi tersebut untuk lebih detailnya bisa dibaca pada artikel saya berikut.
Banyak pemula desain terutama desain grafis gamang dan kesulitan dalam pemilihan warna. Maklum, seorang desainer grafis tidak akan dianggap pakar bila tidak menguasai bidang ini. Kesalahan pemilihan warna bisa berakibat fatal. Warna – warna tertentu dapat menyebabkan mata cepat lelah, jika tidak dipadukan dengan warna yang cocok. Semua orang punya selera sendiri dalam hal pemilihan kombinasi warna namun terdapat satu titk temu dalam hal ini, harmoni.
Bagi mereka yang kesulitan untuk menentukan pilihan kombinasi warna bagi websitenya, mungkin situs di bawah ini dapat memberikan inspirasi tersendiri dalam pemilihan warna.
1. Color Scheme Designer
Pada intinya tools ini memberikan kemudahan pada kita untuk membuat kombinasi warna yang pas dengan hanya menggeser mouse. Kombinasi warna yang dihasilkan lumayan bagus, tapi tentu saja harus dipilih lagi sesuai kebutuhan.
2. Color Schemer
Pada web ini kita tidak bisa membuat kombinasi warna secara interaktif, tetapi web ini menyediakan beberapa kombinasi warna menarik yang telah dibuat oleh para member. Disini kita dapat ng-search kombinasi warna yang diinginkan misal “green”, “dark”, de el el
3. Adobe Kuler
Website ini menjadi populer diantara lainnya karena memang didominasi oleh para desainer grafis dari komunitas photoshop yang bisa diakses secara langsung menggunakan beberapa software adobe. Selain populer, pilihan template yang banyak membuat website ini juga digemari. Cara memakainya juga lumayan gampang. Ketersediaan komunitas pengguna kuler ini sebanding dengan akses websitenya yang agak lemot berbasis flash apps.


Definisi Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambarpage layout. Desainer grafis untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Jasa desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.
Design grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan (mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). Jasa desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti design kartu nama, buku, majalah, desain brosur, pembuatan company profile, dan desain produk. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik - yang sering kali disebut sebagai "desain interaktif" (interactive design), atau "desain multimedia" (multimedia design'). Di Indonesia kita kenal dengan desain Indonesia

Apa itu Desain Grafis

Karya Seni identik dengan suatu yang unik. Oleh karenanya seorang seniman dalam melahirkan karyanya selalu mencari bentuk, bentuk baru. Untuk itu diperlukan sesuatu yang unik. Ini berarti sesuatu yang belum pernah atau mungkin jarang dipakai oleh seniman lain pada karya-karya sebelumnya.

Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Desain Grafis juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang media untuk menyampaikan informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, foto, ilustrasi dan lain sebagainya. Desain grafis adalah solusi komunikasi yang menjembatani antara pemberi informasi dengan publik, baik secara perseorangan, kelompok, lembaga maupun masyarakat secara luas yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi visual.

Sebagaimana layaknya informasi yang disampaikan menggunakan bahasa lisan (suara) yang dapat disampaikan secara tegas, ceria, keras, lembut, penuh gurauan, formal, dan sebagainya dengan menggunakan gaya bahasa dan volume suara yang sesuai, Desain grafis juga dapat melakukan hal serupa. Kita dapat merasakan sendiri setelah membaca sebuah berita (tulisan), melihat foto atau ilustrasi, melihat permainan warna dan bentuk dari sebuah karya design yang berbentuk publikasi cetak, nuansa yang ditimbulkannya. Apakah informasi itu tegas, formal, bergurau, lembut, anggun, elegan dan sebagainya.

Kenapa kita dapat merasakan hal itu? Kenapa obyek publikasi itu bisa menimbulkan kesan dan pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan hingga dimengerti oleh kita sebagai pembaca? Jawabannya adalah karena adanya unsur-unsur design dan prinsip-prinsip design yang ada dalam sebuah karya design tersebut, baik disadari maupun tidak disadari oleh pembuatnya.


Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis :

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai " aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri". Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan
-------------------------------------
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain professional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

SAMBUNGANNYA...

Bidang Komunikasi Grafis

Komunikasi Grafis merupakan bidang profesi yang berkembang sangat pesat sejak Revolusi Industri (abad ke-19) disaat informasi melalui media cetak makin luas digunakan dalam perdagangan (iklan, kemasan), penerbitan (koran, buku, majalah) dan informasi seni budaya. Perkembangan bidang ini erat hubungannya dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat yang dapat dipetik dari keakuratan penyampaian informasi pada masyarakat.
Perkembangan di atas juga dipacu oleh kesadaran yang makin tinggi pada efektivitas bahasa rupa (visual) dalam komunikasi masa kini. Bila pada awal munculnya mesin cetak abad ke-15 istilah bidang ini adalah“graphic arts” yang masih dikonotasikan dengan seni, maka abad ke-20 istilahnya menjadi “graphic communication” atau juga “visual communication”. Hal ini menggambarkan peranan komunikasi sebagai

kunci profesi dalam bidang ini.

Saat ini peranan komunikasi yang diemban makin beragam: informasi umum (information graphics, signage), pendidikan (materi pelajaran dan ilmu pengetahuan, pelajaran interaktif pendidikan khusus), persuasi (periklanan, promosi, kampanye sosial) dan pemantapan identitas (logo, corporate identity, branding). Munculnya istilah “komunikasi visual” sebenarnya juga merupakan akibat dari makin meluasnya media yang dicakup dalam bidang komunikasi lewat bahasa rupa ini: percetakan / grafika, filem dan video, televisi, web design dan CD interaktif.

Perkembangan itu telah membuat bidang ini menjadi kegiatan bisnis yang sekarang sangat marak melibatkan modal besar dan banyak tenaga kerja. Kecepatan perkembangannya pun berlomba dengan kesiapan tenaga penunjang pada profesi ini. Karena itu perlu disiapkan suatu standar yang dapat jadi acuan bagi tenaga kerja dalam profesi ini, baik dalam posisinya dalam jenjang ketenagakerjaan maupun dalam perencanaan pendidikan penunjangnya.

Standardisasi yang saat ini dibuat tak mungkin menahan laju perkembangan bidang Komunikasi Grafis. Tetapi dengan melihat apa yang telah terjadi baik di negeri orang maupun di negeri sendiri, diharapkan usaha membuat acuan dapat mengantisipasi cukup panjang menghadapi perkembangan bidang ini.

Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual

Tugas penyusunan kompetensi ini adalah pada bidang Komunikasi grafis, istilah yg diberikan oleh Dikmenjur setelah berkonsultasi dengan Ditjen Grafika. Kata Grafis sendiri mengandung dua pengertian:
(1) Graphein (lt.= garis, marka) yang kemudian menjadi Graphic Arts atau Komunikasi Grafis,
(2) Graphishe Vakken (bld=pekerjaan cetak) yang di Indonesia menjadi Grafika, diartikan sebagai percetakan.

Dalam pengertian ini Komunikasi Grafis adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang dua dimensi dan statis (tidak bergerak dan bukan time-based images).

Dasar terminologi perlu untuk menjelaskan beda antara Komunikasi Grafis dengan Komunikasi Visual.

Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film/video, internet dll, dua dimensi maupun tiga dimensi, baik yang statis maupun bergerak (time based).

Sedangkan Komunikasi Grafis merupakan bagian dari Komunikasi Visual dalam lingkup statis, dua dimensi, dan umumnya berhubungan dengan percetakan / grafika. Dalam lingkup terminologi ini standar kompetensi Komunikasi Grafis dibuat.

Bidang profesi Komunikasi Grafis meliputi kegiatan penunjang dalam kegiatan penerbitan (publishing house), media massa cetak koran dan majalah, periklanan (advertising), dan biro grafis (graphic house, graphic boutique, production house). Selain itu komunikasi grafis juga menjadi penunjang pada industri non-komunikasi (lembaga swasta / pemerintah, pariwisata, hotel, pabrik / manufaktur, usaha dagang) sebagai inhouse graphics di departemen promosi ataupun tenaga grafis pada departemen public relation perusahaan.

Pekerjaan Komunikasi Grafis meliputi olah gambar/images (gambar ilustrasi, fotografi), olah teks/tipografi (cipta dan susun huruf) dan penggabungan unsur teks dan images ke dalam rancangan/design yang siap dilaksanakan. Dalam kenyataan di lapangan, situasi kegiatan komunikasi grafis di Indonesia tak sepenuhnya seperti diagram umum di atas. Olah huruf / type design & typography yang di beberapa negara maju merupakan profesi khusus ( mendesain font / typeface, hand lettering, tipografi / olahan tata huruf ) di Indonesia tak berkembang menjadi bidang profesi tersendiri (pernyataan Bp. Danton Sihombing MFA pakar bidang huruf). Di Indonesia olah huruf pada era digital dikerjakan sendiri di komputer oleh desainer ataupun operator atas petunjuk desainer. Meski ada juga yang olah huruf khusus seperti hand lettering dan Kaligrafi tidak merupakan bidang

spesialisasi profesi yang berkembang baik. Karena itu dalam standar kompetensi komunikasi grafis ini olah huruf/tipografi tak dibuat sebagai sub-bidang kompetensi tersendiri, tetapi menjadi subkompetensi untuk sub bidang desain grafis.


bidang Komunikasi Grafis dipilah menjadi 3 sub-bidang:

Desain Grafis: merancang / menyusun bahan (huruf, gambar dan unsur grafis lain) menjadi informasi visual pada media (cetak) yang dimengerti publik.

Ilustrasi: menampilkan informasi dengan ketrampilan gambar tangan dan penuangan daya imajinasi.

Fotografi: menampilkan informasi dengan ketrampilan menangkap cahaya melalui kamera dankepiawaian memilih / mengolah hasil bidikan.

Memulai Belajar Design Grafis

Bagaimana memulai belajar Desain Grafis?

Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.

Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang)

untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan,

dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.

Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.

Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik,

foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini,

sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.


* Desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol,
 
  uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi.
 
  Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

* Visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna,

  bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).

* Desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

* Desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri,
 
  seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Prediksi & Tren Desain Grafis 2010

17 oktober 2010

prediksi_tren_desain_2010
2009 sebentar lagi akan meredupkan sinarnya, dan 2010 akan datang menggantikan. Satu tahun telah berlalu, tanpa sadar kita mulai merefleksikan hal-hal apa saja yang kita sudah lakukan pada tahun 2009 ini, seberapa jauh kita sudah berjalan, dan seberapa siap kita menyambut sinar yang baru.

‘Babak’ selanjutnya memang selalu membuat kita penasaran, apakah akan terjadi sesuatu yang menarik? atau hanya berlalu begitu saja? Lalu bagaimana dengan dunia desain grafis?
Berikut beberapa hal yang saya prediksi akan menjadi tren pada tahun 2010, berdasarkan kejadian yang terjadi pada tahun 2009 ini (memprediksi itu mengasyikan!). Jangan di anggap terlalu serius karena yang namanya prediksi tentu bisa terjadi, bisa juga tidak. Enjoy! :)

Efek Sinar & Cahaya Mencapai Titik Jenuh.

Setelah hampir 4 tahun berjaya dan populer di kalangan desainer muda, maka di tahun 2010 efek ini akan menjadi sesuatu yang biasa saja. Kenapa? Karena hampir semua desainer bisa melakukannya! baik lokal dan internasional, kita sudah sering sekali melihat efek ini. Walupun pada beberapa kasus tetap memukau, tetapi.. ayolah, mau sampai kapan tren ini terus berlanjut?

Zombie + Warna Menyala + Tshirt = Konsumsi Massa.

Tren ini masih akan terus bertahan, hanya perbedaan nya, kamu akan melihat ’semua’ orang akan memakai tshirt dengan desain seperti ini. Zombie, Vampire, Hantu, Sadis, Darah, Pink, Toxic Green, Striking Cyan merupakan sedikit dari beberapa kata kunci yang mewaikili tren desain ini. Sesuatu yang tadinya hanya beredar di kalangan early adopters, akan menjadi konsumsi massa.

Manipulasi Foto (Digital Arts) Tetap Populer.

Sudah natur kita sebagai manusia kalau kita sangat senang melihat hal yang surealis imajinatif. Sebagai contoh, tangan yang di ‘poles’ menjadi seperti akar pohon, dan sebagainya. Selama dilakukan dengan benar tentu tetap dapat di nikmati. Alasan kenapa tren ini tetap populer adalah pada talenta yang melakukan nya, tidak banyak memang yang bisa memanipulasi foto dengan halus (saya sendiri termasuk yang tidak bisa), dan sekali talenta-talenta itu melakukan nya maka hasilnya akan tetap menakjubkan.

Gaya Desain Minimalis Menjamur.

Sejak pertengahan tahun 2007 hingga penghujung tahun ini kita selalu merasa terpukau dengan desain yang maksimalis, yang penuh dengan detil. Pada 2010, kita semua menjadi jenuh. Kompleksitas suatu karya tidak lagi menjadi hal yang membuat kita secara tidak sadar membuka mulut setengah ketika memutar scroll pada mouse. Desain yang minimal dan penuh arti akan menjadi pelarian yang dilakukan desainer yang tadinya berkutat dengan desain maksimalis.

Elemen Budaya Lokal Lebih Banyak Di Angkat.

Entah kenapa kita tiba-tiba merasa bangga akan kebudayaan kita sendiri (kenapa tidak dari dulu?). Makin derasnya arus informasi, membuat kita mencari hal-hal yang belum di gunakan oleh kebanyakan orang lain. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan elemen budaya lokal pada desain yang kita buat. Selain selalu memperoleh feedback yang positif, ini merupakan suatu cara kita menemukan gaya desain yang “Indonesia Banget!” itu.

Blog Desain/Kreatif Lokal Bermunculan.

Semakin terjangkaunya koneksi internet di tahun 2009 ini, membuat sebagian besar kita bisa mengakses informasi desain dengan mudah. Yang kurang hanya satu, konten/informasi desain dengan bahasa lokal yang masih jarang. Hal ini membuat sebagian desainer meluangkan waktu nya untuk menulis di blog (baik pribadi atau berkelompok) yang secara tidak langsung menjadi cara mem-branding-kan diri mereka di dunia maya.

Profesi Desainer Web Menjadi Lebih Populer.

Era internet menjadi lebih menarik di Indonesia, dan hey.. internet bahkan bukan hal yang aneh lagi. Profesi desainer web menjadi lebih di perjelas, desainer web itu ternyata bisa di bagi menjadi 2, desainer interface/tampilan website dan programmer/coder. Akan banyak desainer print (atau yang sebelumnya tidak terlalu familiar dengan web design – karena mengira akan berurusan dengan code) mempelajari desain web dan mulai berganti haluan menjadi web designer karena kebutuhan pasar yang sudah mulai menganggap internet sebagai salah satu media mainstream.
Dari semua poin di atas mana yang menurut kamu kemungkinan besar akan terjadi? Ayo berkomentar! :D
Atau kamu punya prediksi sendiri? silakan berbagi dengan yang lain. Yang pasti 2010 (dan tahun-tahun yang akan datang) akan selalu menjadi misteri yang menarik.
Tetap terhubung dengan Jurus Grafis melalui RSS dan Email. Jangan lupa untuk bergabung juga dengan Facebook Page Jurus Grafis dan ikuti Jurus Grafis di Twitter.

DESIGN GRAFIS

17 Oktober 2010
Pengertian
Design Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu design dan grafis, kata design berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak.
Jadi dengan demikian design grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bias menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar.
Design grafis adalah cabang ilmu dari seni design yang dalam perkembangannya design grafis dibantu oleh computer dalam mendesign sebuah object. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang designer. Dan seorang designer harus memiliki minimal lima dimensi keilmuan yaitu :

1. Wawasan Teknologi
2. Wawasan Sains
3. Wawasan Seni
4. Wawasan Sosial Dan Budaya
5. Wawacan Filsafat Dan Etika.

Software dalam design grafis
Banyak sekali software-software yang digunakan dalam dunia design grafis diantaranya adalah : photoshop, Corel Draw, Ilustartor dan lain sebagainya.. sehingga seorang grapic designer dapat memilih software andalannya dalam mengerjakan sebuah gambar.

Dan sedikit Artikel Berkaitan dengan Photoshop...

Photoshop
Adobe Photoshop, atau Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan photo atau gambar dan pembuatan effek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar
Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya

Kelebihan photoshop.
Photoshop mempunyai banyak fasilitas yang memungkinkan seorang designer menciptakan efek-efek tertentu dan bisa menggunakan banyak variasi dari fasilitas yang disediakan oleh Photoshop
Beberapa diantaranya yaitu:
- Membuat tulisan dengan efek tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effek yang ada didalamnya
- Membuat tekstur dan material yang beragam
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang designer bisa membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya
- Mengedit foto dan gambar yang sudah ada
Dengan photoshop kita dapat merubah gambar kita jelek menjadi bagus ataupun sebaliknya. Selain itu juga photoshop dapat merubah photo seseorang menjadi sebuah gambar kartun. Atau dalam design grafis disebut vector and vexel.
- Memproses materi web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF. Untuk keperluan tersebut, anda bisa menggunakan Macromedia Fireworks di samping Adobe Image Ready


Kelemahan photoshop
kelemahan photoshop dalam menciptakan image adalah photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi photoshop sekarang ini spesifikasi computer untuk menjalankan photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti harga computer tersebut mahal.

Semoga Bermanfaat.....